Colour of Indonesia

Just another WordPress.com weblog

Provinsi NTB

Peta Provinsi Nusa Tenggara BaratPotensi areal pertanian yang dapat diusahakan dan dikembangkan dalam rangka menunjang ketahanan pangan dan pengembangan sektor agribisnis adalah 1.106.599 ha, dan baru dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian mencapai 49.893 ha, terdiri dari lahan irigasi 146.916 ha, non irigasi 35.339 ha, lahan tadah hujan 28.553 ha, dan lahan kering 287.085 ha. Sebagai komoditas utama, pasti diusahakan dan dikembangkan hampir di seluruh wilayah kabupaten/kota, dan potensi pengembangan dalam dua kah musim tanam mencapai 396.941 ha, yaitu musim hujan 214.910 ha dan musim kemarau 182,031 ha. Produksi padi pada tahun 2004 mencapai 1.466.757 ton, pada 2005 turun lebih rendah yaitu 1.367.869 ton, angka produksi padi/gabah, maka produksi beras mencapai 1.259.889 ton, sementara kebutuhan konsumen penduduk NTB tahun 2005 mencapai 530.788 ton, sehingga terdapat kelebihan stock sebanyak 284.556 ton yang menjadi stock pangan nasional.

Komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang banyak dikembangkan dan menguntungkan  untuk diusahakan oleh masyarakat petani antara lain adalah: kedelai, kacang tanah, jagung kacang hijau, cabe, bawang merah, mangga, pisang dan nanas. Di samping sembilan jenis komoditas unggulan daerah, komoditas hortikultura lain yang dapat dikembangkan adalah kentang, wortel, apel, dan anggur.

Luas hutan berdasarkan data dinas kehutanan Provinsi NTB tahun 2006 seluas 1.098.744,08 ha, Produksi hasil hutan menurut: jenis kayu yaitu jati, rimba, dan dua bunga. Sedangkan hasil hutan non kayu yaitu kayu bakar, rotan, air madu, asam, bambu, kayu bulat, kayu gergajian, dan akar lontoh.

Semua biofisik, Provinsi NTB mempunyai potensi sumber daya pesisir dan laut yang cukup tinggi, dengan luas perairan lautnya sekitar 29.159,04 km2, panjang pantai 2.333 km2 dan perairan karang sekitar 3.601 km2. Potensi lestari perikanan sekitar 102.804 ton/tahun, yang terdiri dari perairan pantai sebesar 67.906 ton/tahun, perairan lepas pantai sekitar 61.957 ton/tahun dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sekitar 298.576 ton/tahun. Provinsi NTB membagi wilayahnya menjadi 3 (tiga) wilayah pengembangan perikanan, yaitu:

  1. Pulau Lombok, dengan prioritas pada pengembangan budidaya laut dan perikanan air tawar, budidaya air payau (tambak), penangkapan perairan umum;
  2. Pulau Sumbawa Bagian Barat prioritas pada pengembangan budidaya air payau (tambak), budidaya laut, penangkapan, perairan umum dan budidaya air tawar;
  3. Pulau Sumbawa Bagian Timur dengan prioritas pada pengembangan penangkapan, budidaya air (tambak), budidaya laut, perairan umum, dan budidaya air tawar.

Lahan untuk pengembangan budidaya perikanan laut dan payau seluas 42.595 ha, dan baru dimanfaatkan seluas 6.528 ha (15%). Pengembangan perikanan budidaya laut, payau, maupun air tawar menjadi perhatian utama untuk dikembangkan seperti budidaya tambak udang, rumput laut, kerang, mutiara, abalone, lobster, kerapu dan budidaya ikan karang lainnya yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. jumlah produksi penangkapan ikan di wilayah perairan taut NTB pada tahun 2004 tercatat 79.449,7 ton, pada tahun 2005 sebesar 81.610,2 ton.

Jenis rumput laut yang sudah dikenal dan dikembangkan oleh masyarakat adalah jenis sango sango (Gracilaria), Geranggang (Encheuma spinosum) dan Kottorni (Eucheuma cottomi), yang diperkirakan mencapai 5.910 ha dengan potensi produksi diperkirakan mencapai 591.000 ton per tahun, menyebar pada masing masing kabupaten, sedangkan jenis mutiara yang dihasilkan. adalah mutiara bulat (round pearl) dan mutiara setengah bulat (balf pearl).

Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di dua lempeng besar yakni Hindia Australia dan Eurasia yang saling berinteraksi dan berbentuk, menjadikan wilayah NTB kaya dengan sumber daya mineral dan energi. Terdapat enam jenis bahan galian mineral logam, dan yang telah memperoleh izin baik segi eksplorasi maupun eksploitasi adalah lima jenis bahan galian yaitu emas, perak, tembaga, pasir best, dan timbal atau timah hitam, sedangkan belerang jumlahnya belum ekonomis untuk diproduksi.

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu daerah produsen dan pemasok utama ternak potong dan bibit untuk kebutuhan berbagai daerah di Indonesia. Daya dukung pengembangan agribisnis berbasis peternakan antara lain potensi ketersediaan  ternak secara kualitas dan kuantitas, sumber daya lahan, dan pakan ternak, dukungan semua produksi, pola peliharaan secara kelompok, bebas beberapa penyakit menular serta masih terbukanya peluang pasar domestik dan ekspor. Sapi NTB adalah jenis (ras) sapi Bali, yang termasuk komoditas unggulan NTB serta memiliki pasar domestik dan ekspor. Di samping sapi dan kerbau, komoditas penunjang lainnya adalah babi, kambing& kuda, ayam, dan itik.

Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 22, 2010 by in Provinsi Nusa Tenggara Barat.
%d bloggers like this: